Inke Maris, Presiden Direktur – Senior Consultant, Inke Maris & Associates, Pagi tanggal 17 Mei lalu hadir bersama Ifeb di Delta FM Jakarta. Mantan penyiar TVRI yang beken di tahun 80-an ini lebih banyak bercerita soal perlindungan anak. Pasalnya, selain sibuk memimpin perusahaan, wanita kelahiran Desember 1950 ini juga sibuk di Aliansi selamatkan Anak Indonesia.

Berkaitan dengan RUU APP, Inke Maris adalah orang yang konsisten ikut memperjuangkan terbentuknya Undang-Undang tersebut. Inke begitu prihatin dengan hasil sebuah studi yang menunjukkan, hampir 80 persen anak-anak usia SD sudah tersentuh dengan pornografi. Ini karena mudahnya akses pornografi dapat diterima anak-anak. Inke Maris mengkhawatirkan, dengan seringnya anak mengkonsumsi media porno akan melahirkan generasi yang tidak bermutu.

Banyak pendengar pagi itu surprise ketika mendengar kembali suara Inke Maris dan beberapa diantaranya juga mendukung kampanye yang sedang digalakkan oleh Inke.



“waowwww ... ini perempuan saya taunya saat masih kecil thn 1970-an di flores lewat suaranya yg khas via BBC ... maklum punyanha cuma rsadio transistor butut”Bernard / 36 / Serpong

“Alhamdulillah seorg PR kls intrnasional sprt anda mdukung APP,tlng PRkan ini sm tmn2 yg mnolak mgkn krn blm pnya anak jd tdk punya kekhwtran sprt kita”Ina / 38 / Jkt

“Apa motivasi mbak Inke bikin lembaga penddkan n gmna mulainya? Perjalnan karir mbak Inke hampir sm dg saya, bedanya nasib aja. He 8x” Ninok / 35 / Bintaro

“Ibu Inke Maris, saya mendukung RUU APP krn takut anak saya msh 9 thn dan generasi penerus bangsa hancur kena pengaruh gambar,film,show yg porno. Apakah didlm draft RUU APP tdk diatur exception bagi seni dan adat yg bhineka di Nusantara yg kita lestarikan sejak dulu,sehingga ditentang oleh Diah Pitaloka,Titiek Puspa,dkk?” Hans vd Boer




Mulai bulan Mei ini, sahabat Delta di Surabaya dan sekitarnya bisa ngobrol tentang apa saja bersama Dyah Katarina Bambang DH – istri walikota Surabaya. Program “1 Jam Bersama Dyah Katarina” ini mengudara setiap Selasa sore mulai pukul 16.00 s/d 17.00 WIB di 96.8 Delta FM Surabaya.
 




Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tahun 2006 ini tepatnya tanggal 12,13 & 14 Mei 2006, Radio Delta FM Medan menjadi Official Radio International Medical Expo 2006, yang diikuti 70 Rumah Sakit & Perusahaan penyedia peralatan medis & rumah sakit dari Medan, Malaysia dan Singapura. Expo ini digelar selama 3 hari di Tiara Convention Center Medan.



Rudi Wiratno (Manager Tourism Business Western Indonesia-Singapore Tourism Board) mengatakan: "Media di Medan seperti Radio Delta FM Medan turut berperan dalam menyebarluaskan informasi tentang kemajuan dan perkembangan pelayanan kesehatan di Singapura sehingga anggota masyarakat yang peduli dengan layanan kesehatan yang berkualitas seperti pendengar Delta FM Medan semakin 'well informed' dan bisa memilih layanan kesehatan berkualitas international yang sesuai dengan kebutuhannya. Informasi awal disiarkan di radio, informasi lebih lengkap bisa diperoleh lewat website www.singaporemedicine.com atau datang langsung ke booth Rumah Sakit Singapura di International Medical Expo ini".




Delta Morning Show di kota Bandung memiliki blocking khusus yang membahas berbagai tema seputar bisnis. Pada kesempatan tanggal 19 Mei lalu DeltaFM bertempat di Hotel Horison Bandung, mengajak pendengarnya untuk berdiskusi langsung dengan pebisnis lokal dan nasional. Tema yang diangkat pada kesempatan ini adalah “Kiat Berkelit Dalam Siatuasi Bisnis Yang Sulit”. Di tengah situasi yang serba sulit seperti saat ini, bagaimana kita tetap berbisnis dan maju?



Menghadirkan narasumber Pande Radja Silalahi (Pengamat Ekonomi), Perry Tristanto (raja Factory Outlet di Bandung) dan Hasanudin (APINDO/Asosiasi Pengusaha Indonesia). Acara ini dihadiri oleh para pengusaha dan manajemen lini atas di Bandung untuk memperluas relasi dan jaringan bisnis sekaligus menambah pengetahuan.

Smart Business Forum turut didukung oleh Harian Pikiran Rakyat dan Bandung Advertiser.

 

 
 




Selama 5 hari berturut-turut (10-14 Mei 2006) Dr.Heinrich Melcher, doktor ahli tanaman obat-obatan (herbalist)mengekpose tetes mata herbal Radix Vitae Papua, ekstrak buah keben (barring tonia asiatica), tanaman herbal yang tumbuh di daratan Papua, bisa mengobati aneka penyakit/gangguan mata (Katarak, Pterigium, Mata Minus, Mata Plus, Pandangan Kabur, Migraen atau gangguan bakteri pada mata).

Alasan Dr.Heinrich Melcher memilih Delta FM Medan untuk menyebarluaskan informasi Tetes mata herbal ini ialah; Delta FM Medan dikenal sebagai radio promotor produk dan layanan kesehatan berkualitas, baik yang menggunakan obat-obatan kimiawi maupun obat-obatan yang terbuat dari herbal namun teruji secara klinis khasiatnya. Pendengar Delta FM pun merupakan orang-orang yang terdidik dan kritis terutama menyangkut kualitas dan khasiat obat yang dipromosikan.


TalkShow di Radio Delta FM Medan juga diikuti dengan konsultasi gratis bertempat di Mandiri Building Lt.1, sehingga pendengar yang tertarik, sudah bertanya di radio bisa berkonsultasi langsung & gratis dengan Dr.Heinrich pada tanggal 11-14 Mei 2006 mulai jam 09.00-15.00 WIB. Tercatat setiap hari ada sekitar 50-70 pendengar Delta FM Medan yang berkonsultasi ke Dr.Heinrich.
 

 
     

Copyright © 2006 JDFI All Rights Reserved